Beranda Anambas Dukung Bupati, Tagar Save Bupati Terbentang

Dukung Bupati, Tagar Save Bupati Terbentang

398
0
BERBAGI
Ust Qosim,Pimpin Gerakan Save Bupati Kepulauan Anambas

Detikanambas.com, Anambas – Masyarakat Kepulauan Jemaja yang di pimpin Ustad Qosim melakukan Save Bupati Anambas yang dipusatkan di depan Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Jemaja (BPMJ), Jum’at (27/04).

Tanda tangan ini sirencanakan akan berlangsung selama Tiga hari Tima Malam dan ini merupakan bentuk dukungan masyarakat Jemaja atas Pasca pemberitaan di media massa tentang penetapan Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas (Abdul Haris) sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan fitnah yang dilaporkan oleh pihak Perusahaan PT. Kartika Jemaja Jaya (KJJ) oleh Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri RI) beberapa waktu lalu.

Gerakan ini dilakukan dengan aksi damai, Ustad Qosim menyatakan bahwa aksi ini murni bentuk dukungan terhadap Bupati Anambas dan juga bentuk kekecawaan mereka atas penetapan bupati sebagai tersangka oleh pihak Kepolisisan, dan ini dikatakan murni tanpa ada unsur politik. Serta berharap ada tindakan tegas oleh pemerintah pusat dalam memberi pembelaan terhadap Bupati KKA yang dinilai hanya sebagai korban dari politik orang atau kelompok tertentu.

“Kami masyarakat Kecewa atas penetapan status tersangka terhadap Bupati kami, oleh karenanta Kami berharap Presiden benar-benar membela Bupati kami bukan Perusahaan yg notabene adalah PMA,” Ucap Qosim.

Menurut Qosim, Seharusnya pihak perusahaan menghargai keberadaan Polres Anambas ataupun Polda Kepri.

“seharusnya kalau mau bikin laporan ya di Polres Anambas yg merupakan wilayah kerjanya, ataupun ke Polda kepri bukan ke Mabes,” Tutur Qosim.

Qosim menilai, aksi yg dilakukan saudara Abdul Rahman adalah bentuk tidak menghargai Polres Anambas khusus nya dan Polda Kepri pada umumnya.

Saya mewakili ustad yang ada di kecamatan Jemaja untuk melakukan gerakan ini, adalah wujud kepedulian kami terhadap bupati kami, karena hari ini kami merasa bangga memiliki seorang bupati yang mana siap berurusan dengan hukum demi membela aspirasi masyarakat nya,” tambahnya lagi.

Masih Qosim, Di zaman sekarang untuk mendapatkan sosok Bupati yang membela keinginan masyarakat seperti Abdul Haris sudah langka dan tidak mudah untuk didapatkan. Untuk itu kata Qosim, bukqn hanya pembelaan, tapi perlu kiranya diberikan riword oleh pihak pusat untuk beliau.

“Kami berharap menteri Lingkungan Hidup memberikan penghargaan kepada bupati kami karena ingin menjaga Hutan kami”.

Menurut pandangan Qosim, Jemaja merupakan daerah Kepulauan dan wilayah pulau nya sangat kecil, sehingga tidak cocok untuk dijadikan sebagai sentra perkebunan karet seperti apa yang dicanangkan oleh pihak PT. Kartika Jemaja Jaya.

“kami sadar bahwa wilayah kami sangat kecil, jika hutan kami habis, maka kami akan tenggelam, sebagaimana bencana yg menimpa kampung kami di awal tahun, dimana kami mendapatkan musibah banjir yang begitu dahsyat. Itu hutan belum di tebang, apalagi nanti kalau sudah di tebang, tidak bisa dibayangkan, entah apa yang akan terjadi kelak,” Tutup ustaq qosim.

Sementara, Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ketika dihubungi via telpon seluler mengatakan bahwa aksi yang dilakukan ustad Qosim sangat di dukung oleh masyarakat setempat dan masyarakat sangat antusias untuk membubuhkan tanda tangan nya. Bukan hanya masyarakat, berbagai organisasi pun ikut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan moril kepada Bupati.

“Kami mendukung bupati dan dengan tegas menolak perusahaan, untuk itu kita akan mengumpulkan sebanyak-banyaknya tanda tangan dari masyarakat dan Kami dari PK-KNPI Kecamatan Jemaja siap membubuhkan tanda tangan dan berharap aksi ini bisa memecahkan rekor MURI,” Jelas Mudahir, Ketua PK- KNPI Kecamatan Jemaja saat dihubungi Kepri7.com melalui vea Telpon Seluler, Jumat (27/04).

Diawali tanda tangan di kepulauan Jemaja, diharapkan gerakan ini bukan hanya dilaksanakan oleh masyarakat Kepulauan Jemaja saja, tapi ini juga dilakukan oleh tiap-tiap Kecamatan se Kabupaten Kepulauan Anambas.